Sabtu, 17 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
airlines-phone-number.comairlines-phone-number.com
airlines-phone-number.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Bikin Kamu Makin Jauh, Padahal Niatnya Biar Mandir...

Bikin Kamu Makin Jauh, Padahal Niatnya Biar Mandiri

Dua gaya pengasuhan yang sering bikin anak muda salah paham: dididik lepas total vs dididik dengan aturan. Mana yang bener?

Gue baru sadar satu hal beberapa bulan lalu, waktu ngobrol sama temen kos gue yang lagi galau berat. Dia cerita kalau sejak pindah ke Jakarta buat kerja, hubungan sama ibunya jadi makin renggang. Bukan karena dia nggak sayang, tapi karena setiap kali telepon, yang dibahas cuma "udah makan belum?" atau "kok belum nabung?". Nggak ada obrolan lain. Nggak ada tanya soal kerjaan, soal temen-temennya, soal apa yang dia rasain.

Di sisi lain, ada temen gue yang lain. Dia justru makin deket sama orang tuanya setelah tinggal sendiri. Hampir tiap minggu video call, kadang cuma buat cerita hal receh. Gue penasaran, apa sih bedanya?

Setelah ngobrol panjang sama dua-duanya, gue mulai ngeliat pola. Ternyata bukan soal seberapa sering orang tua nelpon atau seberapa besar kiriman uangnya. Tapi soal gaya pengasuhan yang mereka pilih sejak dulu — dan itu bawa efek yang beda banget waktu anaknya udah dewasa dan hidup mandiri.

Dua Kutub yang Sering Bikin Bingung

Kalau kamu anak muda yang baru merantau atau baru mulai hidup sendiri, kamu mungkin pernah ngerasain salah satu dari dua hal ini:

  • Orang tua yang terlalu lepas. Sejak kamu lulus SMA, mereka biarin kamu ngatur hidup sendiri. Nggak banyak nanya, nggak banyak campur. Kamu bebas, tapi kadang ngerasa kayak nggak punya sandaran.
  • Orang tua yang terlalu nempel. Mereka masih ngatur jam pulang, masih ngecek lokasi, masih nanya detail keuangan. Kamu ngerasa sesak, tapi di sisi lain ngerasa diperhatiin.

Dua-duanya punya sisi yang bikin frustrasi. Dan yang paling bikin bingung: mana sih yang sebenarnya "benar"?

Kenapa "Dilepas Total" Nggak Selalu Bikin Anak Mandiri

Ada mitos yang cukup kuat di generasi kita: kalau mau anak mandiri, ya dilepas aja. Biarin dia jatuh, biarin dia belajar sendiri. Kedengerannya keren, dan banyak buku parenting modern yang ngajarin ini.

Tapi kenyataannya nggak sesederhana itu. Gue pernah baca cerita seorang psikolog anak yang bilang, anak yang dilepas total tanpa bekal emosional justru sering tumbuh jadi orang dewasa yang secara fisik mandiri, tapi secara emosional kesepian. Mereka bisa nyuci baju sendiri, bayar sewa sendiri, tapi nggak tau harus cerita ke siapa waktu lagi down.

"Mandiri bukan berarti nggak butuh siapa-siapa. Mandiri berarti tau kapan harus berdiri sendiri dan kapan harus minta tolong."

Gue setuju banget sama kalimat itu. Karena hidup mandiri itu bukan cuma soal bisa ngurus diri sendiri, tapi juga soal punya jaringan emosional yang bisa kamu andelin waktu susah. Dan itu cuma bisa dibentuk kalau dari kecil kamu terbiasa punya hubungan yang aman sama orang tua — bukan hubungan yang dingin dan jauh.

Masalahnya, banyak orang tua salah paham. Mereka pikir "ngasih kebebasan" berarti "nggak ikut campur sama sekali". Padahal yang dibutuhin anak itu bukan kebebasan mutlak, tapi kehadiran yang tenang — ada tapi nggak nyerobot.

Kenapa "Nempel Terus" Juga Bikin Anak Kabur

Sekarang sisi sebaliknya. Orang tua yang nempel terus biasanya niatnya baik: mereka sayang, mereka khawatir, mereka nggak mau anaknya salah langkah. Tapi efeknya sering kebalikan.

Gue punya temen yang tiap kali mau ambil keputusan — mau pindah kerja, mau putus sama pacar, mau ikut kelas online — selalu harus lapor dulu ke mamanya. Bukan karena dia nggak bisa mutusin sendiri, tapi karena dia takut. Takut dibilang durhaka, takut bikin mamanya kecewa, takut dianggap "nggak tau diri".

Itu bukan mandiri. Itu dependent tapi nyamar.

Dan yang lebih parah, anak yang tumbuh dengan pengasuhan terlalu nempel sering jadi dua tipe waktu dewasa: pertama, tipe yang selalu butuh validasi orang lain sebelum ngambil keputusan. Kedua, tipe yang kabur sejauh mungkin begitu punya kesempatan — pindah kota, ganti nomor, jarang pulang. Bukan karena benci, tapi karena capek.

Tanda-tanda pengasuhan yang terlalu nempel

  • Kamu ngerasa bersalah tiap kali nggak bales chat orang tua dalam 10 menit
  • Kamu nggak pernah cerita masalah ke orang tua karena takut dihakimi
  • Kamu sering ngerasa "diawasi" meskipun lagi di kota yang beda
  • Kamu nggak pernah tau apa yang sebenarnya kamu mau, karena selalu nunggu arahan

Kalau kamu ngerasa salah satu atau beberapa poin di atas, kamu nggak sendiri. Banyak anak muda ngerasain hal yang sama. Dan yang penting: ini bukan salah kamu sepenuhnya, tapi juga bukan salah orang tua sepenuhnya. Ini cuma pola yang kebentuk tanpa sadar.

Jadi, Mana yang Harus Dipilih?

Jawabannya nggak hitam-putih. Tapi kalau gue harus nyimpulin dari cerita-cerita temen gue, ada satu pola yang konsisten muncul di hubungan yang sehat antara anak muda dan orang tuanya:

Orang tua yang hadir tanpa mengatur.

Mereka nanya kabar, tapi nggak nyerocos nasihat. Mereka nawarin bantuan, tapi nggak maksa. Mereka ngasih pendapat, tapi nggak nuntut anaknya nurut. Mereka ada, tapi nggak nyekik.

Dan buat kita yang lagi di posisi anak — yang baru hidup mandiri, yang lagi coba ngerti diri sendiri — ada hal yang juga perlu kita lakuin: ngasih tau orang tua apa yang kita butuhin. Bukan dengan ngambek atau ngilang, tapi dengan ngomong baik-baik.

Gue tau itu nggak gampang. Gue sendiri butuh bertahun-tahun buat akhirnya bisa bilang ke nyokap gue, "Mak, aku nggak butuh solusi, aku cuma butuh didengerin." Dan reaksinya di luar dugaan — dia ternyata cuma nggak tau. Bukan nggak peduli.

Hubungan keluarga itu bukan soal siapa yang lebih benar dalam ngasuh. Ini soal dua pihak yang sama-sama belajar. Orang tua belajar buat ngelepas, kita belajar buat ngomong. Dan di tengah-tengah proses itu, kita nemu versi hubungan yang lebih dewasa — bukan hubungan anak-orang tua yang kaku, tapi hubungan dua orang dewasa yang saling ngerti.

Kalau sekarang kamu lagi ngerasa jauh dari orang tua, coba deh tanya ke diri sendiri: kamu ngerasa jauh karena mereka ngelepas kamu total, atau karena mereka nggak pernah bener-bener ngelepas? Jawabannya mungkin bikin kamu ngerti kenapa hubungan ini kerasa berat. Dan dari situ, kamu bisa mulai milih langkah berikutnya.

Tags: pengasuhan keluarga anak muda mandiri parenting hubungan orang tua

Baca Juga: cashthismonth.com